Pfotenhauerstrasse 30, 01307, Dresden
0351-65677400
mail.formid@gmail.com

Menemukan Potensi Diri Sendiri melalui Praktik Magang

Menemukan Potensi Diri Sendiri melalui Praktik Magang


Tidak jarang bidang-bidang studi tertentu di jerman mewajibkan mahasiswanya untuk melakukan praktik magang/internship/praktikum dalam jangka waktu yang ditentukan. Seperti program master Hukum Bisnis TU Dresden yang mewajibkan praktik magang bagi mahasiseanya selama 4 bulan di perusahaan atau kantor hukum pilihan masing-masing. Tentu mencari tempat magang dan melamar menjadi tantangan tersendiri. Menjadi lebih mudah ketika universitas telah memiliki beberapa kerjasama dengan tempat-tempat magang, sehingga mahasiswa hanya perlu memilih atau juga ditempatkan tanpa perlu melamar. Lalu bagaimana jika kita harus mencari sendiri? Berikut pengalaman saya atau juga sedikit curhat dalam mencari dan malaksanakan praktik magang di Jerman. Semoga bermanfaat 

1. Kapan waktu yang tepat untuk melamar?

Banyak dari teman-teman kuliah saya yang mengawali lamaran sejak semester awal perkuliahan untuk mendapat tempat magang yang mereka inginkan. Padahal kesempatan melaksanakan praktik magang diberikan di semester 3. Well prepare right? Memang beberapa perusahaan memiliki jadwal tetap dan berkala untuk kesempatan magang dengan bidang-bidang tertentu. Informasi lowongan magang tersebut dapat ditemukan pada website masing-masing perusahaan ataupun beberapa website lowongan kerja seperti: …… . Namun beberapa perusahaan tidak memiliki jadwal yang reguler ataupun tidak selalu menawarkan bidang yang sama, sehingga Initiativbewerbung (melamar tanpa ada lowongan) menjadi pilihan yang cukup favorit. Waktu proses seleksi Initiativbewerbung tidak dapat diprediksi seperti lamaran umum yang memiliki batas waktu. Lebih lanjut perusahaan-perusahaan atau kantor-kantor hukum ternama lumrahnya memerlukan waktu yang lebih lama untuk proses seleksi. Seperti contoh, saya mendapatkan jawaban dari Deutsche Telekom AG setelah 6 bulan dari batas waktu lamaran. Itupun penolakan haha. Saya sendiri mulai memberanikan diri untuk melamar pada akhir semester 3. Sejak awal saya menargetkan untuk dapat magang di kantor-kantor hukum ternama di dresden dalam bidang insolvency law seperti KPMG, noerr, dan KÜBLER. Pertimbangan terbesar saya saat itu adalah kesiapan penguasaan bahasa hukum untuk mendapatkan hasil yang maksimal saat proses wawancara dan kinerja saat magang. Jadi, waktu yang tepat adalah tergantung dari kesiapan masing-masing. Jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal seperti magang di tempat yang diimpikan, ada baiknya mengirimkan lamaran 6 bulan sebelum waktu kesiapan.

2. Apa yang harus dipersiapkan dalam lamaran?

Sama seperti lamaran pada umumnya, kita harus mempersiapkan Curriculum Vitae atau LebenslaufCover Letter atau Anschreiben, dan dokumen-dokumen pendukung sebagai bukti apa yang kita tulis dalam Lebenslauf. Dokumen-dokumen pendukung tersebut contohnya seperti sertifikat seminar atau workshop yang telah kita ikuti, sertifikat penghargaan, sertifikat beasiswa dan sebagainya. Transkip nilai/Notenübersicht merupakan persyaratan optional. Jika perusahaan menyebutkan bahwa salah satu persyaratan untuk menjadi Praktikant/Intern adalah nilai akademik yang baik, maka kita harus menyertakan transkip nilai. Jika tidak atau misal kamu melakukan Intiativbewerbung maka kamu mempunyai hak untuk tidak menyertakan transkip nilai. Dalam hal mempersiapkan diri, saya sendiri mengikuti salah satu workshop yang diadakan oleh FORMAXX AG, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang finance consulting. Workshop tersebut memberikan informasi mengenai langkah-langkah dalam mempersiapkan rencana karir kita termasuk tips and trick dalam melamar sebuah pekerjaan. Kita diberi pengarahan bagaimana menulis Anschreiben dan Lebenslauf yang benar, bagaimana melakukan Initiativbewerbung, dan bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam Interview. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua informasi mengenai diri kita perlu dicantumkan dalam CV, hanya informasi yang berkaitan disesuaikan dengan persyaratan yang diminta oleh perusahaan. Jika kamu ingin lebih mendalami proses lamaran dan lebih matang mempersiapkan diri , mengikuti workshop dengan tema tersebut bisa menjadi pilihan. Tentu informasi yang kamu dapat lebih terpercaya dan profesional. Universitas juga biasanya menyediakan fasilitas tersebut yaitu career service (contoh di TU Dresden: https://tu-dresden.de/karriere/berufseinstieg#intro-target-box). Saya juga sering membaca artikel-artikel dalam website berikut untuk mendapatkan informasi tambahan:

https://www.staufenbiel.de/startseite.html

http://www.meinpraktikum.de/

http://karrierebibel.de/

IMG_8658

Suasana Meja Kerja Tempat Magang Saya

3. Bertubi-tubi ditolak?

Beberapa lamaranmu ditolak secara beruntun? Jangan patah semangat. Pepatah bilang, banyak jalan menuju roma. Begitu juga dengan kesempatan magangmu. Bisa jadi kriteria yang dicari perusahaan belum sesuai dengan apa yang kita tawarkan atau bisa jadi perusahaan sedang tidak membutuhkan intern atau kemungkinan-kemungkinan lain. Selain berusaha menjaga antusiasme, ada baiknya kita juga memanfaatkan potensi-potensi networking yang kita punya. Seperti contoh kita bisa meminta tolong pada professor untuk memberikan rekomendasi tempat magang atau setiap fakultas umumnya memiliki bagian konsultasi mengenai magang khususnya fakultas yang mewajibkan program magang bagi mahasiswanya. Pilihan lain adalah teman-teman kuliah yang sudah mendapatkan tempat magang terlebih dahulu seperti yang dilakukan teman kuliah saya. Dia mendapatkan tempat magang di Ernst & Young Dresden atas bantuan temannya yang sudah magang terlebih dahulu di tempat tersebut. Bisa juga meminta bantuan komunitas Indonesia di kota masing-masing yang sudah bekerja di perusahaan tertentu. Tips: Jangan gengsi untuk meminta bantuan karena kita memang butuh. Saya sendiri ditolak 3 kantor hukum yang saya inginkan karena perusahaan sedang tidak membutuhkan mahasiswa magang dalam bidang yang saya inginkan. Kantor-kantor hukum tersebut memang tidak sedang membuka lowongan untuk praktik magang sehingga saya melakukan Initiativbewerbung. Pada 2 kantor hukum saya mengirimkan lamaran melalui kontak resmi kantor hukum tersebut dan sisanya langsung kepada partnernya. Tidak ingin menyerah saya meminta tolong pada wakil walikota bagian hukum Dresden yang saya kenal melalui beasiswa saya. Saya menceritakan kesulitan saya mendapatkan tempat magang di Dresden dan beliau menawarkan secara langsung untuk mencoba menceritakan kondisi saya pada partner di KPMG Dresden yang merupakan rekanannya. Beberapa hari setelahnya saya mendapatkan undangan interview dari KPMG melalui E-Mail!

4. Tahap lanjutan, interview?

Interview juga merupakan salah satu hal yang menantang dalam proses lamaran. Hanya dalam waktu yang singkat kita harus dapat mempresentasikan diri bahwa kita adalah pilihan yang tepat untuk pekerjaan yang ditawarkan. Melalui pengalaman saya setelah mendapatkan kesempatan 2 kali interview, menciptakan suasana santai seperti mengobrol sangatlah penting. Pertanyaan-pertanyaan yang saya dapat adalah sebagai berikut:

  • Ceritakan mengenai diri kamu
  • Rencana karir kamu setelah lulus
  • Pengetahuan mengenai bidang yang kita inginkan
  • Apa yang kamu pelajari di kuliah mengenai bidang tersebut
  • Kemampuan menulis dengan menggunakan bahasa jerman
  • Kemampuan menulis dalam bahasa inggris (klien yang berskala internasional)
  • Apa sudah terbiasa mencari dan membaca putusan pengadilan maupun menggunakan beck-online
  • Kemampuan research
  • Kemampuan bekerja dalam tim yang kecil dan bekerja multi tasking
  • Kapan ingin memulai magang dan berapa lama
  • Pertanyaan tambahan pada saat interview di KPMG: Mengapa kuliah hukum.

Saat ditanya mengenai kompetensi akademik, biasanya saya kaitkan jawaban dengan kondisi Indonesia dalam bidang yang ditanyakan. Jawaban tersebut menurut saya dapat memberikan kesan pengetahuan yang luas (kesan aja loh ya :p) dan ketertarikan kita terhadap tema tersebut. Setiap ditanya mengenai soft skills, saya menjawab dengan cara memberikan contoh dari pengalaman-pengalaman saya seperti menulis Seminararbeit/paper pada saat kuliah, pengalaman organisasi, dll. Pada akhir interview, pada umumnya kita diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan. Pada kesempatan tersebut saya manfaatkan untuk bertanya mengenai „financial support“ (gaji lebih tepatnya :p), jam kerja, dan proses pemberitahuan hasil.

IMG_8655

Name Tag selama Magang

5. Diterima namun tak sesuai

Bukan hanya perusahaan yang dapat menolak kita. Ketika kita diterima di beberapa perusahaan atau waktu yang ditawarkan tidak sesuai atau ketidaksesuaian lainnya makan kita pun harus berani menolak. Dari yang saya baca di website-website yang sudah saya sebutkan, menolak dianjurkan dilakukan secara tertulis dengan alasan yang jelas. Sehubungan dengan diterimanya saya pada kelompok kantor hukum pilihan pertama yaitu KPMG dan kelompok perusahaan pilihan kedua, saya menolak tawaran magang dari perusahaan tersebut dengan alasan waktu yang tidak tepat melalui E-Mail.

Mengelompokan perusahaan-perusahaan dalam urutan kelompok plan A, kelompok plan B, dan seterusnya, membantu kita dalam mengambil keputusan, jika diterima dalam beberapa tempat secara bersamaan.

6. Pengalaman Kerja

Melalui kesempatan praktik magang, saya dituntut untuk dapat mengasah kemampuan penerapan teori yang saya pelajari selama perkuliahan ke permasalahan-permasalahan hukum praktis. Namun sebelum sampai pada tahap tersebut, saya terlebih dahulu diminta untuk merangkum beberapa putusan pengadilan. Tugas tersebut diberikan untuk membiasakan diri membaca dan memahami putusan-putusan pengadilan. Faktor bahasa dan istilah-istilah hukum dalam bahasa jerman menjadikan tugas tersebut sulit pada awalnya, namun cukup membantu saya dalam menganalisis fakta-fakta hukum dan merangkai pendapat hukum secara sistematis di kemudian hari. Selama magang, saya bekerja di bawah pengawasan seorang Senior Associate. Beliau yang memberikan saya tugas-tugas dan membantu saya dalam pengerjaan tugas-tugas tersebut. Selain bekerja di bawah pengawasan seorang supervisor, saya pun dituntut untuk dapat bekerja dalam sebuah tim beserta 2 orang mahasiswa magang dari Leipzig dan Halle yang sudah bekerja lebih dulu di KPMG. Lebih lanjut saya juga mendapatkan banyak wawasan tambahan yang tidak saya pelajari dalam kuliah seperti hukum beracara dalam pengadilan jerman, beberapa asas dalam hukum pidana maupun perdata Jerman serta bagaimanya menyusun suatu pendapat hukum. Pengalaman magang tersebut memberikan saya gambaran mengenai dunia kerja di Jerman termasuk budaya dan sistem kerja masing-masing perusahaan. Selama masa magang saya juga mengikuti kegiatan-kegiatan non-formal kantor seperti Gathering bersama kantor cabang KPMG di Leipzig. Pengalaman tersebut juga membuka wawasan saya karena dapat melihat sisi lain dari rekan kerja maupun atasan dan pastinya memperluas networking.

IMG_8657

Pendamping di tengah Kesibukan

7. Penilaian supervisor dan rekan kerja

Setelah berhasil mengakhiri praktik magang, maka kita akan mendapatkan Praktikumszeugnis. Berdasarkan § 109 Gewerbeordnung, pemberi kerja wajib memberikan Praktikumszeugnis tertulis yang minimal berisi mengenai waktu dan tugas magang kita. Kita juga dapat meminta penilian kinerja kita selama magang dalam Praktikumszeugnis untuk membantu proses lamaran selanjutnya dalam karir kita. Jika kinerja kita selama magang mendapatkan penilaian yang positif, maka tidak jarang perusahaan menawarkan untuk memperpanjang kontrak kita sebagai werkstudent ataupun pekerjaan tetap setelah menyelesaikan kuliah. Saya sendiri mendapatkan penilaian yang positif baik dari supervisor maupun rekan kerja, namun sulit bagi saya untuk memperpanjang kontrak dikarenakan saya bukan lawyer ataupun calon lawyer Jerman. Jenjang pendidikan seorang lawyer tidak mengikuti Bologna-Process melalui bachelor maupun master tetapi melalui Staatexamenen.

Begitulah sedikit pengalaman saya. Dimulai dari proses lamaran hingga berakhirnya praktik magang memberikan saya pengalaman yang sangat bermanfaat. Setiap tahapan merupakan wadah bagi saya untuk dapat mengevaluasi dan mengenal potensi diri sendiri. Setelah lebih mengenal diri sendiri tentu akan lebih mudah bagi kita untuk terus memperbaiki dan memaksimalkan potensi diri. Lebih lanjut pengalaman tersebut dapat menambah wawasan perspektif kita, jika kita pulang ke Indonesia. So, find your own potential!

Oleh: Nurul Fatimah Khasbullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *